Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini.

1. Sex therapy
2. Menggunakan obat untuk mengontrol ejakulasi
3. Operasi syaraf

Cara pertama dengan sex therapy yang dilakukan adalah untuk mengontrol ejakulasi dilakukan dengan bantuan istri. Pada dasarnya cara ini dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu :

1. Istri melakukan rangsangan terhadap penis suami yang menderita ejakulasi dini dengan posisi suami berbaring terlentang sampai suami merasa ingin orgasme.

2. Pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi sampai terhenti.

3. Istri melakukan rangsang lagi terhadap penis suami sampai terjadi ereksi yang cukup lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis seperti pada langkah kedua. Selanjutnya dilakukan rangsangan terhadap penis lagi sampai ereksi dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.

4. Dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas, pada langkah ini suami diizinkan untuk melakukan tekanan dalam mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.

5. Dilakukan bila suami sudah lebih mampu mengontrol ejakulasi, pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping. Kalau dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas. Latihan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama 6-12 bulan, lalu setelah itu dapat dilakukan kapan saja saat diperlukan. Tetapi cara ini tidak selalu mudah dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, ketertutupan pihak pria terhadap istrinya. Kedua, tidak adanya komunikasi dan kerjasama suami istri dalam masalah seksual. Ketiga, perasaan enggan atau malas untuk melakukan latihan karena harus membuang waktu dan dianggap tidak praktis.

Cara kedua dengan menggunakan obat yang berguna untuk mengontrol ejakulasi. Ada beberapa jenis obat yang dapat mengontrol ejakulasi. Tetapi karena obat tersebut mempunyai efek samping, maka penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter.

Cara ketiga dengan operasi terhadap syaraf yang mengontrol terjadinya peristiwa ejakulasi.

Cara pertama (sex therapy) dan kedua (melalui obat) banyak dilakukan dan memberikan hasil yang cukup baik. Tetapi cara ketiga sampai kini tidak populer dan tidak banyak digunakan, walaupun pernah dilakukan di negara tertentu.