Ada beberapa pengertian mengenai ejakulasi dini :

1. Ejakulasi dini didasarkan pada waktu tertentu ketika terjadi orgasme.
2. Ejakulasi dini ditentukan oleh berapa kali seorang pria mampu melakukan gerakan ketika berhubungan seksual sebelum terjadi ejakulasi.
3. Ejakulasi dini diartikan sebagai ketidakmampuan menahan ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme.
4. Ejakulasi dini ditentukan oleh mampu tidaknya pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya.

Pengertian yang lebih banyak diterima orang adalah ejakulasi dini berarti ketidakmampuan pria mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat dan tidak sesuai dengan keinginannya.

Istilah ejakulasi dini digunakan pada pria dimana seorang pria dalam kondisi terlalu cepat mencapai orgasme baik dikala menjelang penestrasi yaitu sebelum penis menyentuh organ kelamin wanita ataupun beberapa detik setelah penetrasi. Malah ada yang sudah ejakulasi, padahal penis belum sempat penetrasi ke dalam vagina.

Ejakulasi dini merupakan disfungsi seksual yang banyak dialami pria, selain disfungsi ereksi. Namun banyak pria yang mengalami ejakulasi dini tidak menyadari bahwa itu termasuk gangguan fungsi seksual. Pria biasanya hanya mengeluh saja tanpa dapat menyelesaikan masalahnya, padahal itu sudah merupakan gangguan seksual.

Pada dasarnya, pria yang mengalami ejakulasi dini bisa ereksi dan melakukan hubungan seks tapi terlalu cepat orgasme (mencapai puncak dan mengeluarkan sperma).

Berbeda dengan disfungsi ereksi, pria yang mengalami ejakulasi dini mampu mencapai ereksi dan melakukan hubungan seksual walaupun ejakulasinya berlangsung dengan cepat, hanya saja pada ejakulasi dini yang berat, hubungan seksual tidak sempat berlangsung karena ejakulasi sudah terjadi sebelum penis masuk ke vagina.

Pada disfungsi ereksi, hubungan seksual tidak dapat berlangsung karena ereksi terganggu, atau kalau sempat berlangsung maka segera terhenti karena ereksi hilang.

Berhubungan seksual memerlukan persiapan, tidak hanya soal fisik tapi juga mental. Ejakulasi dini terjadi karena pria tidak siap menghadapi hubungan seks.

Berdasarkan berat ringannya, ada berapa jenis ejakulasi dini, yaitu :

1). Ejakulasi dini ringan, ejakulasi dini ringan berarti ejakulasi segera terjadi setelah hubungan seksual berlangsung dalam beberapa kali gesekan yang singkat.
2). Ejakulasi dini sedang, ejakulasi dini sedang berarti ejakulasi langsung terjadi setelah penis masuk ke vagina.
3). Ejakulasi dini berat, ejakulasi dini berat menunjukkan ejakulasi yang langsung terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan sebagian kecil pria dengan ejakulasi dini berat sudah mengalami ejakulasi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar.

Apapun jenis ejakulasi dini yang terjadi maka pria yang mengalaminya akan merasa tidak puas karena ejakulasi terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan di luar kehendaknya sehingga hubungan seksual harus berakhir dengan cepat dan pasangannya juga akan merasakan hal yang sama, yaitu erasa tidak puas.

Selain hal itu ada juga pria yang mengalami ejakulasi terhambat, yaitu ketidakmampuan pria dalam mencapai orgasme, pada kondisi ini pria dapat ereksi dengan sempurna tetapi tidak dapat mencapai orgasme dengan usaha yang wajar dan memerlukan waktu yang sangat lama. Pada awalnya hal ini dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa perkasa, akan tetapi sesungguhnya ini suatu kelainan yang akan menyebabkan pasangannya sangat menderita.

Pada wanita juga dikenal beberapa kondisi yang menyebabkan gangguan hubungan sex/intim seperti “frigiditas”. Ini adalah kondisi dimana seorang wanita tidak mempunyai keinginan untuk melakukan hubungan seksual.

Faktor penyebab frigiditas antara lain :

1. Kelainan organis wanita, seperti bentuk vagina yang tidak sempurna
2. Ketidakmampuan kelenjar vagina mengeluarkan cairan sehingga apabila berhubungan terasa sakit.
3. Kelainan hormonal sehingga cenderung menyukai sejenisnya.
4. Gangguan orgasme, yaitu ketidakmampuan wanita untuk merasakan orgasme. Terdiri dari gangguan primer (wanita tidak bisa merasakan orgasme dengan cara apapun) dan sekunder (kondisi wanita pernah sekali atau dua kali merasakan orgasme, tetapi tidak pernah lagi merasakannya karena suatu hal, penyebab utama gangguan orgasme ini umumnya bersifat psikologis. Sehingga diperlukan pengobatan ditujukan memperbaiki keadaan psikologisnya.

Gangguan pada ejakulasi dini dan frigiditas diperlukan perbaikan dalam hal kondisi psikologis, peningkatan stamina serta pembangkitan gairah untuk hubungan intim.

Penyebab ejakulasi dini

Ada beberapa hal yang menyebabkan ejakulasi dini, yaitu :

1. Kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sebelumnya.
2. Kurang berfungsinya serotonin, suatu bahan neurotransmitter yang berfungsi menghambat ejakulasi.
3. Gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi. Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini (gangguan sexual) pada akhirnya akan dapat mengalami disfungsi ereksi.

Apakah benar ejakulasi dini itu menunjukkan adanya gangguan pada sperma ?

Di kalangan masyarakat kadang terbentuk pemikiran seperti itu, sebetulnya tidak ada hubungan antara ejakulasi dini dengan gangguan sperma, pria yang mengalami ejakulasi dini belum tentu mengalami gangguan sperma. Jadi ejakulasi dini bukanlah merupakan petunjuk bahwa pria itu mengalami gangguan sperma. Telah terjadi anggapan yang salah bahwa bila ejakulasi terjadi terlampau cepat maka spermanya terganggu sehingga tidak dapat menghamili, hal itu tidak benar. Jika ternyata pria yang mengalami ejakulasi dini juga mengalami gangguan sperma, itu berarti ada dua gangguan yang terpisah, bukan merupakan sebab akibat yang saling terkait. Gangguan sperma disebabkan oleh banyak hal, diantaranya infeksi pada buah pelir atau bagian sistem reproduksi lainnya, kekurangannya hormon testosteron, pelebaran dinding pembuluh darah di sekitar buah pelir, atau juga karena kekurangan vitamin. Namun pria yang mengalami ejakulasi dini tidak berarti mengalami gangguan sperma.

Apa akibat ejakulasi dini?

Bagaimanapun berat ringannya kondisi ejakulasi dini maka akan mengakibatkan hubungan seksual berlangsung tidak harmonis. ketidakharmonisan disebabkan karena ketidakpuasan pada kedua belah pihak, pihak pria merasa tidak puas karena hubungan seksual berlangsung sangat singkat di luar kehendaknya (walaupun mencapai orgasme) dan juga merasa sangat kecewa karena tidak mampu memberikan kepuasan seksual kepada pasangannya, apalagi kalau pasangannya mengungkapkan kekecewaan dalam bentuk reaksi yang berlebihan menyalahkan penderita, maka reaksi yang muncul adalah perasaan takut atau khawatir setiap kali akan melakukan hubungan seksual, perasaan ini justru akan semakin memperburuk keadaan ejakulasi dini, sehingga bila keadaan ini terus berlangsung, maka pada akhirnya pria itu dapat mengalami disfungsi ereksi.

Wanita yang mempunyai pasangan yang mengalami ejakulasi dini pada umumnya tidak dapat mencapai orgasme karena hubungan seksual segera berakhir dengan cepat, kekecewaan yang muncul selanjutnya dapat berubah menjadi kejengkelan disertai perasaan takut setiap akan melakukan hubungan seksual. Akibat lebih jauhnya berupa hilangnya dorongan seksual dan dispareunia. Pada ejakulasi dini yang berat, juga terjadi hambatan kehamilan karena sperma tidak sempat masuk melalui vagina akibat ejakulasi yang terjadi sebelum hubungan seksual berlangsung. Hambatan hamil menjadi masalah baru lagi yang semakin memperburuk masalah yang timbul akibat ejakulasi dini.

Menghadapi banyaknya pria yang mengalami ejakulasi dini, ada beberapa pihak tertentu yang menawarkan penyembuhan, padahal mereka tidak mengerti dengan benar apa dan bagaimana ejakulasi dini. Lalu mereka memberi penjelasan tentang ejakulasi dini, tetapi tidak benar. Akibatnya orang-orang menerima informasi yang salah tentang ejakulasi dini, antara lain bahwa ejakulasi dini menunjukkan kemandulan.

Maka diperlukan pengertian tentang seksualitas yang semakin meningkat di kalangan pria dan juga pasangannya. Ejakulasi dini akan menimbulkan gangguan dalam kehidupan seksual, karena itu pria dan wanita perlu untuk mengatasi masalah itu secara bersama-sama untuk kelanggengan hubungan rumah tangga Anda.