Kepergian juru terawang kondang Mama Lauren, yang wafat pada Senin (17/5/2010), rupanya masih menyisakan banyak kisah.
Sejumlah kabar berbau mistis belakangan hadir mengiringi kepergiannya, mulai dari kain kafannya hilang, air bekas mandinya dicuri orang, hingga santer terdengar kabar bahwa perempuan berdarah Belanda itu meninggal lantaran disantet. Benarkah?

Tak mau kabar tersebut menjadi bola liar, pihak keluarga dengan tegas membantah berita itu. Suami Mama Lauren, Handrijck Yulien Pasaribu menegaskan bahwa Mama Lauren meninggal karena sakit.

“Kita percaya kepada Allah. Mama memang jelas sekali, pertamanya mama sempat asam urat di pinggang sebelah kanan. Terus kekuatan jantung melemah, akhirnya sakitnya merembet,” tegas Handrijck kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, di Kompleks Cipinang Indah, Jalan Kasuari 2, Jakarta, Kamis (20/5/2010).

Terkait soal santet, Handrijck tak meyakini hal itu. Toh, katanya,  Mama Lauren memiliki banyak teman paranormal yang jago. Menurutnya, mereka inilah yang siap membantu Mama apabila mengalami kesulitan.

“Yah di balik Mama ada yang jago-jago. Jadi kalau memang benar (disantet) ya sudah diuber mereka (yang menyantet),” ujar Handrijck.

Hal yang sama juga ditegaskan Krisna Mantra Prabawa Lauren, putra kedua Mama Lauren. Krisna mengatakan,  Mama Lauren meninggal karena faktor usia. Bahkan, sudah dua kali ia terkena stroke yang membuatnya harus bolak-balik masuk rumah sakit dalam setahun belakangan ini.

“Mama memang sudah usia, ini murni. Mama kan usianya 78 tahun. Tidak mudah lho orang mencapai usia segitu. Kita tidak pernah lupa semua itu milik Allah,” tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang paranormal, Dody Choihir yang ditemui saat pemakaman Mama Lauren, Selasa (18/5/2010) lalu, sempat menuturkan bahwa  banyak paranormal yang senang dengan kepergian Mama Lauren. Pasalnya, Mama Lauren merupakan rival yang kuat bagi paranormal lainnya.