Category: Membuat dan Mempercantik Blog WordPress



Anda ingin memasang status Yahoo Messenger di blog WordPress Anda?

Seperti yang terlihat di sidebar blog nusantaranews.

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:

1. Masuklah ke bagian Appearance (tampilan) Anda. Pilih Widgets

2. Tambahkan pilihan Widget Text (di klik lalu, di “seret” ke kotak sidebar sebelah kanan)

3. Silahkan copy-edit-paste code html ini:

<a href="http://messenger.yahoo.com/edit/send/?.target=ID_YM_Anda">
<img border=0 src="http://opi.yahoo.com/online?u=ID_YM_Anda&m=g&t=1" /> 
</a>

Gantilah ID_YM_Anda dengan nama ID Yahoo Messenger Anda.

Optional : Anda dapat mengantikan bentuk tampilan status YM dengan menggantikan nilai t=1dengan nilai t sebesar 0,1,2,3,4,….hingga  24.

Nilai t Gambar Tampilan
0
1
2
3
7
8
9
11
24

4. Setelah Anda meng-copy text tersebut. Klik save (simpan).
5. Setting sudah selesai.
6. Anda dapat mengaktifkan YM Anda, dan klik refresh pada tampilan home blog Anda. Maka status YM di blog Anda  segera akan muncul.
Selamat Mencoba…….


Cara dan Tips Meningkatkan Pengunjung Ke Blog Anda

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita nge-blog atau membuat website dengan tujuan memberi informasi apa yang kita tulis/sadurkan kepada orang lain sebanyak mungkin. Tapi kenyataan tidak selalu demikian. Mungkin tulisan yang kita anggap sangat baik [persfektif kita] ternyata hampir tidak ada yang mengunjungi. Adakah cara-cara untuk meningkatkan traffic blog/web kita?

Disini saya hanya akan share apa yang telah saya coba lakukan [pengalaman pribadi] untuk meningkatkan traffic blog saya. Mungkin cara/tips saya sedikit berbeda dengan teman-teman yang lain.

Berikut 10  cara meningkatkan traffic blog Anda [esp: wordpress]

1. Pilih topik yang menjadi tendensi/minat orang banyak

Hal ini mirip dengan hukum jual-beli. Apa yang anda jual haruslah disenangi oleh konsumen/pengunjung.
Berikut beberapa topik yang sangat ‘disenangi’ masyarakat Indonesia:
1- berhubungan seks / pornografi (terutama artis)
2- topik terhangat saat ini [mis: isu BBM, UU, perang, politik dsb]
3- topik kontroversial [terutama: agama/kepercayaan]
4- lowongan pekerjaan, soal-soal tes CPNS, UN, SPMB
5- Topik khusus [hobi,marketing,tip/triks]
Meskipun topik 1 merupakan topik yang memiliki traffic paling tinggi, saya anjurkan Anda tidak menggunakan cara dan kesempatan itu.
Untuk blogger pemula, sebaiknya Anda berkecimpung pada topik ke-5 dan topik ke-2. Silahkan Anda menganalisa topik terhangat dari persfektif Anda dan minta orang mengomentari pendapat Anda.

2. Konten yang Berkualitas

Khusus topik 2,3,dan 5, sebaiknya Anda menulis dengan mekanisme dengan cara mengutip pendapat minimal dari 2 orang [opini berbeda] mengenai hal tersebut, lalu Anda bandingkan, terus Anda dukung salah satunya serta berikan opini/solusi tambahan dari Anda sendiri.
Jika isi blog Anda tidak bagus untuk selang waktu lama, bisa dipastikan orang [customer] akan enggan mengunjugi blog Anda [karena tidak puas].

3. Update dan tambah terus Informasi

Jika Anda pemula, luangkan waktu 1 minggu 1-3 kali mengupdate tulisan baru. Dengan bertambahnya tulisan baru, statistik blog Anda akan cenderung mengalami peningkatan eksponensial

4. Sering Terlupakan ‘Tag”

Saya pernah melihat banyak blog yang isinya bagus, tapi sayangnya, isi tulisan tersebut tidak disertai keyword/kata kunci atau ‘Tag”.
Pastikan setelah Anda menulis artikel, cantumkan 3-10 Tag yang berhubungan topik Anda.
Misalnya judulnya : Membongkar Tokoh Dibalik Pembunuhan Munir
Maka isilah Tag : kematian munir, pembunuhan munir, hukum, ham, kasus munir, aktivis

5. Link-kan situs Anda ke teman/kenalan/situs lain

Semakin banyak situs anda terhubung [link] dengan situs lain, maka blog Anda akan ‘tersebar’ dimana-mana.
Ada beberapa cara untuk menghubung [link] situs Anda seperti:
– memasukkan komentar Anda pada blog orang lain (yang menampilkan komentar orang lain)
– daftarkan blog Anda pada beberapa situs referensi (social bookmarking) sepertiblogtopsite.com, lintasberita.com, infogue.com dan kirimkan berita Anda [langkah awal]

6. Design dan Layout yang baik

Jika desain dan layout blog/web Anda berantakan/narsis atau  sulit dibaca, bisa dipastikan Anda akan kehilangan pengunjung. Carilah theme yang menarik, sesuai dengan karateristik blog, dan nyaman untuk dibaca [jangan menyilaukan mata].
Masukkanlah aksesoris [gambar, media] yang secukupnya. Jika terlalu banyak media/gambar, maka orang akan kesulitan untuk membuka, sehingga orang bisa langsung meng’close’ dan pindah ke website/blog lain.

7. Tulisan Unik dan Orisinil

Jadikan blog Anda unik yakni Anda menjadi pionir dalam penulisan suatu artikel yang belum tergarap oleh media apapun, baik koran, web ataupun situs lainnya.
Anda bisa menggunakan data statistik ataupun pengolahan data-data dari situs-situs lain, lalu Anda combine, jadikan satu artikel yang benar-benar baru.
Contoh tulisan yang hanya dapat ditemukan di Nusantaranews saja [pionir] :
- Peta Israel ‘dikepung’ Negara-Negara Arab
– 6 Situs Porno yang Paling Banyak diakses di Indonesia
– Taufiq Kemas, Seorang Politikus Busuk?
– BBM 2008 : Naik 1.000.000% Sejak Era Bung Karno

8. Pelajari statistik blog Anda [dashboard wordpress]

Pelajari statistic dan keyword di google search blog Anda.  Apa saja [keyword, link, topik] yang membuat pengunjung ‘singgah’ di blog Anda dan artikel mana saja yang tidak disukai oleh pembaca. [gak perlu sewa konsultan statistik kok… :) ]
Ini akan membantu Anda untuk menentukan tulisan lebih baik di masa akan datang dan Anda dapat memilih ‘tag’ yang efektif.

9. Mintalah Komentar Pengunjung

Sebisa mungkin, setiap artikel anda akhiri dengan suatu statement ataupun pertanyaan yang mengundang pengunjung untuk bertukar pendapat dan memberikan feedback terhadap tulisan Anda. Selain itu, para pembaca akan merasa senang karena [secara tidak langsung] dianggap orang penting. Dari komentar yang masuk, sebaiknya Anda dapat merespons setiap sebagai sebagai mediator [jangan terlalu memihak pendapat Anda sendiri atau orang tertentu, berusaha berlaku Adil]. Jika pengunjung sedikit, Anda dapat merespons semua komentar yang masuk. Kalau banyak…yah selektif saja.

10. Orisinalitas dan Membangun

Dari ke-9 tip/cara di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah Orisinalitas.
Pastikan artikel Anda adalah murni tulisan Anda. Jika anda mengutip tulisan orang lain, Anda ‘harus’ mencantumkan sumbernya [referensi situs, nama situs, tanggal situs]. Dan tunjukkan bahwa Anda mengambil tulisan tersebut dari pihak/situs orang tersebut dan menyampaikan apresiasi terhadap situs tersebut.
Sangat disayangkan, jika Anda hanya meng-copy paste artikel orang lain. Yang terjadi, kita tidak akan maju dalam menge-blog [membuat tulisan], namun kita justru maja dalam mem-plagiat. Dan jangan lupa, isilah blog Anda dengan hal-hal positif untuk membangun budaya blog yang etis, kreatfi, inovatif negeri tercinta ini.

Masih ada banyak lagi cara-cara yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan trafik blog kita. Semoga dengan 10 cara/langkah yang saya sampaikan ini, blog Anda akan tumbuh pesat.
Selamat Mencoba, dan sampaikan saran/pesan apakah Anda berhasil mempraktikkannya.
Selamat Mencoba………


Apakah Anda memiliki banyak blogrol atau link situs/sahabat? Dan semuanya ingin Anda tampilkan, padahal jumlah tersebut memerlukan space/ruang yang banyak. Dengan keterbatasan ruang yang tersedia (gak mungkin blog Anda dipenuhi blogroll, sehingga tulisan Anda nyaris menjadi tidak dominan), maka saya anjurkan Anda untuk membuat scroll di side bar blog_anda.wordpress.com seperti tampilan blog ini (gambar di bawah in yang diberi kotak merah).

Cara Membuat Menu Scroll Sidebar di WordPress.

Hanya dua langkah membuat menu scroll sidebar blogroll Anda.

Langkah 1 : Copy-lah source code di bawah ini ke text-widget di dashboard WordPress Anda.

<div style="overflow:scroll;width:150px;height:180px;">
<ul>
	<li><a href="http://wordpress.com/" target="_blank">
        WordPress.com</a></li>
	<li><a href="http://nusantaranews.wordpress.com/" target="
        _blank">Nusantaraku</a></li>
	<li><a href="alamat_blog">Nama_blog</a></li>
</ul>
</div>


Langkah 2 : Setelah Anda copy source code diatas, silahkan edit nama dan alamat situs referensi anda. Lalu kiklah simpan pada Dashboard WordPress Anda. Anda sudah selesai membuat menu scroll sidebar Anda.

NB :

  • Bagian nilai (150 dan 180) dari sourcecode width:150px;height:180px; dapat anda ubah/ganti untuk menentukan lebar pixel (width) dan tinggi pixel (height) scroll bar Anda.
  • Untuk tag html <li> </li> dapat Anda hilangkan. Begitu juga Anda dapat menambahkan fungsi break <br></br> antara nama list satu dengan yang lain.

  1. Klik/buka id.wordpress.com (Blog Bahasa Indonesia) atau  en.wordpress.com (Blog in English Version)
  2. Isilah Form Pendaftaran Gratis (Blog Bahasa Indonesia)
    • Nama Pengguna : isilah nama blog yang Anda inginkan (paling sedikit 4 huruf/angka). Contoh : sebastian89 atau hermawan89 [catatan: tidak boleh spasi, hanya boleh huruf dan angka]
    • Kata Sandi : pilih sandi/pin/password (paling sedikit 6 huruf/angka)
    • Konfirmasi : ketik kembali sandi/pin/password di atas
    • Email Address : isilah alamat email Anda (pastikan Anda memiliki email yang valid)
    • Legal flotsam : beri tanda centang padakotak yang tersedia sebagai tanda setuju dengansyarat dan ketentuan WordPress.
    • Beri tanda titik pada kotak tersedia “Berikan aku blog! (Seperti namauser.wordpress.com)”
  3. Pada bagian kiri bawah, klik Berikutnya
  4. Pada halaman selanjutnya, akan muncul tampilan

    • Nama Domain :
      • Jika nama usernya tepat, maka nama tersebut menjadi domain blog kamu.
        Misalnya yang dipilih adalah sebastian89, maka domainnya adalah sebastian89.wordpress.com
      • Jika nama usernya sudah digunakan oleh orang lain, maka akan muncul peringatan “Maaf, blog tersebut sudah ada!” .
        Maka ketiklah nama blog lainnya, lalu klik signup. Misalnya nusantaranews sudah digunakan, lalu gantilah/tambahkan frasa ku misalnya menjadi hermawan89
    • Judul Blog : Anda dapat menggantikan Judul blog seperti Nusantaranews – Informasi, Fakta dan Opini
    • Bahasa : Pilihlah Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang akan Anda gunakan dalam menulis
    • Privasi : Pastikan ada tanda titik pada kotak (biasanya sudah ada secara otomatis).
  5. Klik Sign Up
  6. Dan pada halaman berikutnya, akan akan tampilan yang meminta Anda mengecek email untuk menyelesaikan proses registrasi ( Check Your Email to Complete Registration)
  7. Selanjutnya, bukalah email Anda, dan ada pesan yang masuk (biasanya cuman beberapa detik) dari WordPress. Pada pesan tersebut, kliklah link link yang berwarna biru
  8. Dengan mengklik link biru tersebut, berarti  Anda sudah memiliki blog pribadi. Selamat!

Mengenal WordPress

Walaupun tampilan dan fitur yang ada di WordPress Blog sangat beragam tergantung theme dan plugin yang diinstall, tapi ada beberapa fitur dasar yang bisa ditemukan di kebanyakan WordPress blog. Nah, berikut ini beberapa fitur standart yang dapat ditemukan di kebanyakan WP Blog :

Header

Yah, header biasanya ada di atas. Tapi tak menutup kemungkinan header diletakkan di samping. Tapi sangat jarang header ada di bawah…gak kebaca ntar…hehehe…

Link ke Halaman Statis

WordPress mengijinkan kita membuat halaman statis, biasanya untuk menampilkan profil pemilik blog atau informasi tentang blog itu sendiri. Link menuju halaman statis ini biasanya dimunculkan di header, sidebar atau ditempat lain yang dikehendaki pemilik blog.

Artikel

Inilah bagian paling utama dalam sebuah blog. Biasanya artikel meliputi judul, tanggal publikasi dan penulis (jika blog ditulis oleh banyak penulis). Artikel bisa sepanjang yang kamu mau. Biasanya untuk artikel yang panjang, artikel dipotong hingga tinggal beberapa baris saja dan ada link menuju ke halaman yang memuat artikel seluruhnya. Artikel juga bisa ditambahi gambar atau link ke halaman atau website lain.

Footer

Terletak di bagian bawah tiap halaman. Biasanya berisi Copyright, detail themes (pembuatnya) dan di beberapa blog juga ada link RSS Feed.

Sidebar

Sidebar juga muncul di tiap halaman blog. Biasanya di sidebar ada cukup banyak link navigasi dan fitur-fitur lain diantaranya :

1. Search Form - Fitur untuk mempermudah pembaca mencari artikel yang diinginkan

2. Calendar - Menampilkan link tanggal artikel. Klik link pada tanggal, maka akan tampil artikel pada hari itu. Anda juga bisa menggunakannya untuk melihat artikel bulan lalu.

3. Recent Post - adalah daftar artikel terakhir yang dipublikasikan.

4. Category - daftar kategori dalam blog. Muncul apabila dalam kategori tersebut ada artikelnya. Namun, jika masih kosong, maka kategori takkan muncul.

5. Archive adalah daftar bulan dimana terdapat artikel yang dipublikasikan pada bulan itu.

6. Link adalah daftar blog favorit dan website lain

7. Feed adalah link atau tombol untuk mengakses RSS artikel dan komentar

8. Meta berisi link untuk login dan untuk mengecek kode XHTML dan code CSS

Nah, itulah sekilas anatomi standart wordpress. Pada beberapa blog sidebar juga ditambahi shoutbox, aneka banner, statistik pengunjung, dll.

Kegiatan Pertama di WordPress ( WP )

Anda baru saja membuat blog untuk pertama kalinya dengan WordPress.com. Sekarang apa yang harus anda lakukan dengan blog itu?

Coba gunakan cara praktis berikut untuk mengenali isi situs/blog anda.

Metode yang biasa dilakukan untuk memulai nge-blog dengan wordpress.com adalah membuat blog anda tampil cantik. Untuk melakukan itu, pertama membuat 2 buah tulisan kemudian menampilkannya (Publish). Tulisan apa saja, sembarang, yang penting anda perlu belajar bagaimana mengisi blog anda dengan tulisan. Untuk menulis sebuah tulisan (post), klik ” New Post” pada Panel admin wordpress (My Dashboard), isi judul tulisan, mulailah menulis, kemudian letakkan dalam suatu kategori. Anda dapat membuat beberapa kategori dengan menuliskan kata (atau beberapa kata) di dalam kotak Kategori (biasanya ada di samping kanan Editor Tulisan) kemudian klik Tambah. Dengan nge-klik “Tambah” anda telah membuat kategori baru (tunggu beberapa saat yah). Untuk memilih kategori itu, klik kotak ceklist yg ada di kiri setiap kategori. Kalau sudah siap tulisan anda untuk ditampilkan, Klik saja “Tampilkan”. Setelah anda mem-publish (menampilkan) 2 tulisan, klik Presentation (Tampilan) ada di menu utama dashboard dan gulung ke bawah untuk memilih/melihat-lihat daftar Tema WordPress yang tersedia. Pilih salah satu tema tadi dengan me-klik-nya kemudian Lihat Situs anda. Coba jelajah situs denagn tema yang telah anda pilih itu, lihatlah bagian front page (halaman depannya), coba lagi bikin tulisan dan menampilkannya, sekali lagi jelajah semua isi situs tadi. Kenali semua sisi-sisi situs dengan tema tadi. Anda menyukainya, ok mulailah nge-blog. Gak suka? Ubahlah dengan tema lain yang tersedia.

Ups… perlu ditambahkan, sebelum anda mengakhiri kegiatan per-blog-an jangan lupa untuk mengubah password pemberian WP.com, ganti dengan password buatan anda sendiri sehingga mudah anda ingat. Masuk ke My Dashboar >> MyProfil(Profil saya) terus gulung ke bawah, sampai dijumpai ini:

Manajemen Direktori

Kategori dalam WordPress sangatlah dibutuhkan. Karena itu kategori haruslah selalu ada walau hanya satu. Kategori dipergunakan untuk mengelompokkan artikel dan link. Sebagai default, WordPress telah membuatkan kategori Uncategories untuk menangani artikel-artikel anda dan kategori Blogroll untuk menangani link-link favorit anda. Anda dapat menambah, mengganti bahkan menghapus kategori yang diinginkan. Berikut ini caranya.

1. Menambah Kategori

Untuk menambah kategori caranya sebagai berikut :

a. Klik menu Manage

b. Klik sub menu Categories

c. Klik link Add New

d. Masukkan nama kategori dalam kotak isian Category Name

e. Klik tombol Add Category

Kategori baru telah ditambahkan ke dalam website.

2. Mengedit Kategori

Untuk mengedit kategori caranya sebagai berikut

a. Klik menu Manage

b. Klik sub menu Categories

c. Cari kategori yang diinginkan

d. Klik tulisan edit yang sebaris dengan kategori yang diinginkan

e. Gantilah category name dengan kategori yang diinginkan

f. Agar category slugnya sesuai dengan nama kategori, sebaiknya kotak isian category slug dihapus

saja agar wordpress dapat membuatkannya untuk anda.

g. Klik tombol Edit Category

3. Menghapus Kategori

Untuk menghapus kategori caranyapun sangat mudah.

a. Klik menu Manage

b. Klik sub menu Categories

c. Cari kategori yang diinginkan

d. Klik tulisan Delete yang sebaris dengan kategori yang diinginkan

Anda bisa menyiapkan seluruh kategori terlebih dahulu. Bila belum ada artikel pada suatu kategori,

maka link kategori akan disembunyikan secara otomatis.

Mengganti Themes

Theme ibarat sebuah kulit bagi blog. Theme yang mengatur tampilan blog kita. Mengganti theme di WordPress amatlah mudah dan cepat. Bagi kamu yang masih pemulapun themes WordPress begitu mudah digunakan. Untuk mengganti themes, pertama-tama kamu perlu mencari menyiapkan themes baru. Setelah itu tinggal di upload ke folder wp-content/themes/. Gunakan FTP seperti yang udah dijelasin pada artikel yang lalu. Kalo lupa, silahkan dilihat lagi yach.

Setelah file-file themes terupload semua, sekarang tinggal mengaktifkannya. Masuklah ke dashboard, klik menu Presentation – Themes. Akan muncul screenshot themes baru disana yang siap diaktifkan. Untuk mengaktifkannya, tinggal klik gambar screenshotnya saja.

Memilih Desain Blog

Desain atau template memang bukan segala-galanya bagi kesuksesan sebuah blog. Tetapi sembarang desain akan mengaburkan tujuan blog itu sendiri dan ujung-ujungnya berpengaruh terhadap kuantitas dan intensitas pengunjung yang dituju.

Tips dan pertimbangan dalam memilih desain blog adalah salah satu faktor yang membuat sebuah blog berhasil menciptakan komunitas pembacanya sendiri.

1. Identifikasi tujuan situs blog. Blog apa yang ingin Anda buat? Blog yang khusus tentang musik, film, kuliner, politik, gadget, travel, bisnis atau mode? Apapun tujuan Anda, yang penting rumuskan dulu dengan baik.

2. Identifikasi kebutuhan spesifik blog Anda. Jika tujuannya sudah dirumuskan, bisakah lebih Anda pertajam lagi? Misalnya, Anda ingin membuat blog tentang politik, fine, tapi apanya? Apakah

jurnal tentang politik? Tokoh-tokoh politik – profilnya atau omongannya atau kutipannya? Referensi-referensi tentang ilmu politik? Semakin tajam, niche blog akan akan semakin kelihatan.

3. Identifikasi audiens Anda. Siapa pembaca yang Anda bidik? Mahasiswa? Akademisi? Umum? ABG? Ibu-ibu? Gamer?

4. Fokus tampilan blog. Apakah blog Anda akan lebih fokus pada teks atau gambar/foto/video? Jika yang akan dipilih adalah kombinasi, mana yang paling dominan?

5. Pilih desain yang tepat. Ada ratusan â€oekalau bukan ribuanâ€? template-template desain gratisan yang bertebaran di blogosfer: tinggal pilih dan jangan lupa sesuaikan tujuan dan pertimbangan di atas.

Management Artikel dan Gambar

Ini adalah kelanjutan rangkaian panduan nge-blog dengan WordPress. Kalo kamu masih pemula di

bidang per-Wordpress-an, maka artikel ini wajib kamu baca dan kalo perlu di bookmark atau

disimpen baik-baik. Ini adalah inti dari blogging. Yaitu manajemen artikel. Setiap blog selalu

memiliki fasilitas ini. Fasilitas untuk menambah, mengurangi atau mengedit artikel yang ada di

dalam blog. Insya Allah saya akan membuat artikel ini dalam beberapa bagian.

Add an Article

Untuk menambah artikel di WordPress caranya sangat mudah, selain dengan menggunakan software-software blogging yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, kita juga bisa menggunakan Write Form dari Dashboard. Untuk mengaksesnya terlebih dahulu kita perlu login ke dashboard dengan mengunjungi http://domain-kamu.com/wp-login.php

Selanjutnya tinggal mengklik tulisan Write a post, maka sebuah form pengiriman artikel akan muncul. Namun, bagi kamu yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, kamu hanya akan melihat dua buah kotak saja tanpa tombol sama sekali, sehingga bagi kamu yang kurang paham dengan HTML, cara ini kurang menyenangkan. Maka, bagi yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, saya sangat menyarankan untuk menggunakan BlogJet ataupun wBloggar sebagai sarana pengiriman artikelnya. Sedangkan bila kamu memakai hosting yang lain misalnya Awardspace, 110mb, ataupun ueuo, insya Allah tombol-tombol untuk editing format text akan muncul. Saya kurang tahu kenapa bisa begini, tapi kemungkinan karena bertabrakan dengan script iklan yang ada di 100webspace. Jika tombolnya muncul, maka tampilannya akan seperti ini :

Sekarang saya akan coba jelasin masing-masing fungsi dari kolom-kolom diatas :

1. Title – Isilah dengan judul artikelnya

2. Post – Ada dua tab, yang satu Visual, menampilkan artikel dalam mode WYSIWYG editor, kamu bisa langsung melihat hasilnya saat mengedit format textnya. Tab yang kedua adalah Code, tempat kamu melihat kode HTML dari artikel yang hendak kamu publikasikan ini.

3. Categories – Digunakan untuk mengatur penempatan artikel pada kategori tertentu. Anda dapat menempatkan sebuah artikel pada beberapa kategori sekaligus.

4. Discussion – Mengatur apakah anda membuka komentar atas artikel anda. Juga mengatur apakah anda mengijinkan mesin agregator membaca artikel anda.

5. Post Password – Memberi password pada artikel. Digunakan untuk artikel-artikel yang sifatnya rahasia.

6. Post Slug – Adalah tampilan URL yang anda inginkan (digunakan bila kamu mengaktifkan opsi permalink). Misal anda isi artikel_satu maka jika artikel ini dibuka akan tampil dalam address bar http://domain-kamu.com/artikel_satu/

7. Post Status – Digunakan untuk menampilkan status artikel. Ada 3 pilihan yaitu Published (sudah dipublikasikan), Draft (masih rancangan), Private (artikel pribadi/rahasia).

8. Post Timestamp – Digunakan untuk mengatur tanggal penerbitan artikel. Secara default, tanggal sama dengan saat anda menulis artikel. Bila dibuat tanggal yang akan datang, maka artikel akan muncul saat tanggal yang ditentukan.

9. Upload – Digunakan bila kamu ingin mengupload sebuah file (misalnya gambar) dan akan memasukkannya ke dalam artikel.

Setelah selesai mengetik artikel, kamu bisa langsung mengklik tombol Publish, namun bila kamu masih ingin menyimpannya dulu klik saja tombol Save and Continue Editing, sedang bila kamu cuma ingin menyimpannya untuk diedit di waktu yang lain klik tombol Save.

Add a Picture

Untuk menambah gambar/picture seperti udah dijelasin diatas, kamu bisa memanfaatkan fasilitas upload yang ada di kolom Upload. Secara default, gambar-gambar yang kamu kirimkan akan disimpan di folder wp-content/uploads dan dimasukkan ke dalam folder-folder dengan nomor tahun dan bulan. Jadi misalnya kamu mengupload tahun 2007 bulan Februari, maka gambarmu akan disimpan di wp-content/uploads/2007/02. Nah, jika kamu merasa kebingungan dengan aturan

default ini, kamu bisa merubahnya di menu Options – Miscellaneous.

Disini saya merubah default uploads folder menjadi images. Sehingga bila kita menguploads dari sini, gambar akan langsung mengarah ke http://cafeblogger.web.id/images. Kembali ke kolom Write, cobalah untuk mengupload sebuah gambar, klik tombol Browse dan carilah gambar yang ingin diupload. Setelah ketemu klik OK dan klik Upload.

Sekarang kamu perlu memilih tampilan yang kamu inginkan. Misalnya bila gambarnya cukup besar, kamu bisa memilih Thumbnail yang nantinya dia akan menampilkan sebuah gambar kecil dan link menuju gambar sesungguhnya. Tapi bila gambarmu ndak terlalu besar dan kamu ingin segera bisa dinikmati oleh pengunjung, maka pilihlah Full size. Pilihan berikutnya adalah apakah images akan di link ke file tersebut, ke halaman yang lain atau tidak sama sekali. Untuk memasukkannya ke artikel, cukup dengan mengklik Send to Editor.

Biar ndak terlalu bosen, artikel ini distop sampai sini dulu. Silahkan ikuti terus artikel-artikel berantai tentang Manajemen artikel ini, stay tune di gelombang dan URL yang sama. Merdeka !!

Mengedit dan Hapus artikel

Mengedit atau menghapus artikel memang jarang dilakukan, kecuali jika kamu hendak menjadikan blogmu benar-benar bermutu dan perfect! Terkadang pengunjung menyampaikan beberapa kritik terhadap artikel kita, bisa jadi karena data yang kurang tepat, ulasan yang perlu ditambah atau mungkin saran-saran untuk menyempurnakan sebuah artikel. WordPress sangat memudahkan kita

untuk itu. Kita bisa mengedit artikel yang terlanjur dipublikasikan, kita juga bahkan bisa menghapusnya bila memang sudah tak relevan lagi.

Sekarang mari kita bahas satu per satu pengeditan artikel ini. Yang pertama kita mulai dari editing artikel dulu. Siapkan sabuk pengaman, siapkan teh hangat dan kalo perlu biskuit yang enak.

Editing Article

Mengedit artikel ada beberapa cara, yang pertama melalui Dashboard sedang yang kedua langsung dari artikelnya (dengan catatan kamu menempatkan fungsi editing pada themes). Mari kita bahas cara yang pertama yaitu Mengedit Melalui Dashboard. Seperti biasa, karena kita akan mengedit melalui Dashboard (dan juga manajemen lain) kita perlu login dulu. Selanjutnya klik menu Manage – Posts.

Cari artikel yang ingin diedit dengan menggunakan form Search Posts atau dari daftar yang ada.

Setelah ketemu tinggal klik tulisan Edit. Selanjutnya kamu akan dibawa ke halaman editor artikel yang sama dengan halaman Write Post. Begitu selesai mengedit, kamu bisa langsung klik tombol Save. Pekerjaan telah selesai.

Cara yang kedua adalah melalui artikel langsung. Bila kamu sedang membaca artikelmu sendiri dan menemukan kekurangan, kamu bisa langsung mengeditnya. Caranya tentu aja kamu harus login dulu seperti biasa. Kemudian langsung menuju blogmu.

Bacalah beberapa artikel di blogmu sendiri dan bila ketemu yang janggal, langsung klik tulisan edit yang ada di artikel tersebut. Penempatan link edit berbeda-beda setiap themes. Jadi kamu harus mencarinya sendiri. Biasanya link edit ditempatkan bersamaan dengan link comment, category dan author name. Cobalah cari disana.

Kamu tinggal mengklik link tersebut, maka halaman editor article akan muncul dan kamu bisa mengeditnya seperti sudah dijelaskan diatas. Selesai mengedit klik tombol Save dan kamu akan dibawa kembali ke halaman artikelmu.

Catatan : link edit ini biasanya hanya muncul kalo kamu sudah login ke WordPress. Jadi pastikan kamu login dulu saat mengunjungi blogmu.

Deleting Article

Untuk menghapus artikel yang sudah tak sesuai lagi, caranya sangat gampang. Cukup login ke Dashboard, klik menu Manage – Posts, kemudian klik tulisan Delete yang sejajar dengan judul artikel yang ingin dihapus. Sebuah peringatan konfirmasi akan muncul tekan OK jika setuju menghapusnya dan tekan Cancel untuk membatalkan.

Membuat Halaman Statis

Artikel yang biasa kita tulis, akan ditampilkan secara bergantian di halaman depan. Bila ada artikel baru yang kita publikasikan, maka artikel yang lama akan turun. Demikian seterusnya hingga artikel tersebut hilang dari halaman utama dan masuk ke halaman arsip (biasanya berdasarkan kategori dan bulan publikasinya).

Trus, gimana kalo kita ingin membuat artikel yang sifatnya menetap, linknya terus ada di halaman utama dan pengunjung bisa langsung mengaksesnya tanpa harus masuk ke halaman arsip atau mencarinya menggunakan fasilitas pencarian artikel? Jawabnya adalah dengan membuatkannya halaman statis. Dan WordPress mempunyai fungsi untuk itu. Namanya Pages. Dengannya kita bisa membuat halaman khusus berisi informasi yang ingin kita munculkan selalu di halaman utama atau di tiap halaman blog kita. Halaman statis ini biasanya berisi profil pemilik blog, tujuan pembuatan blog atau hal-hal lain yang ingin ditampilkan.

Untuk membuat halaman statis (pages) caranya sangatlah mudah. Pada prinsipnya pages adalah artikel juga, hanya saja penempatannya yang sedikit special. Pages juga bisa dibuat secara bercabang, misalnya dalam pages About kita juga memasukkan Photo Gallery, Family dan juga Tawaran Bisnis. Sekarang mari kita pelajari betapa mudahnya membuat halaman statis dengan menggunakan WordPress.

1. Login ke Dashboard seperti biasa

2. Klik menu Write – Write Page

3. Sekarang kamu bisa mengetikkan artikel yang akan dijadikan halaman statis. Tampilan editor pages sama dengan editor artikel bukan?

4. Bila kamu pengen membuat halaman ini berada di bawah halaman tertentu, misal kamu pengen membuat halaman tentang keluargamu di bawah halaman About Us, maka bukalah kolom Page Parent dengan mengklik tanda + di headernya. Kamu akan menemukan menu drop down berisi halaman-halaman statis yang pernah kamu buat.

5. Pilihlah di halaman mana artikel ini diletakkan.

6. Bila selesai, klik tombol Publish untuk mempublikasikannya.

Pembuatan halaman statis ini harus menggunakan editor WordPress, sehingga kamu ndak bisa membuatnya dengan menggunakan BlogJet. Bila kamu tetap ingin membuat halaman statis menggunakan BlogJet, maka ketiklah dulu artikelmu, kemudian setelah selesai buka codenya (klik menu View – Code). Sekarang tinggal copy paste aja ke editor WordPressmu.

Mengutak Atik FONT

Suatu ketika, mungkin kita tak ingin menggunakan font standart yang disediakan WordPress atau themes yang kita pakai. Terkadang kita pengen sesuatu yang beda, yang norak dan keren abis! Apa bisa WordPress melakukannya? Jawabnya adalah bisa dan itu sangatlah mudah banget.

Merubah Font WordPress

Saat kita perhatikan, ternyata di form posting artikel tak kita dapati isian atau pilihan untuk mengubah jenis maupun ukuran huruf, maka kita perlu memasukkannya secara manual. Silahkan klik Tab Code yang ada di Menu Write – Post

Disana sisipkan kode HTML berikut untuk merubah font :

<font style=”jenis_font” size=”ukuran” color=”warna”>Tulisan Anda</font>

Jika kita hendak membuat tulisan dengan font verdana, ukuran +1 dan warna merah, masukkan kode berikut ini :

<font style=”verdana” size=”+1” color=”red”>Bukan Yang

Biasa</font>

Maka jadinya akan seperti ini

Bukan Yang Biasa

Aneka variasi font lain bisa juga digunakan. Bila dalam form WordPress hanya disediakan beberapa format yaitu Bold, Italic dan Underline, kamu bisa membuat beberapa format lagi diantaranya :

1. StrikeThrough menggunakan code <s>…</s>

2. Code menggunakan code <code>…</code>

3. Variable menggunakan code <var>…</var>

4. Sample menggunakan code <samp>…</samp>

5. Keyboard menggunakan code <kbd>…</kbd>

6. Citation menggunakan code <cite>…</cite>

7. Deleted menggunakan code <del>…</del>

8. Inserted menggunakan code <ins>…</ins>

Dengan menggunakan kode-kode diatas, kamu bisa lebih variatif lagi dalam menulis blog.

Menggunakan bantuan Word

Masih susah dengan kode-kode diatas, bagaimana kalo saya ajarin memasukkan artikel di Word, lengkap dengan variasi fontnya ke dalam WordPress.

Buat kamu yang males banget ngeliat kode, ada baiknya kamu memakai Microsoft Word terlebih dahulu untuk melakukan pengeditan. Namun, jika kamu hanya menggunakan format-format standart WordPress saja, maka menggunakan text editor WordPress saya rasa sudah sangat cukup. Nah, pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetikkan artikel, lengkap dengan segala format font dan atributnya di Word. Setelah merasa cukup mantap, kamu bisa langsung memblok semua tulisan, kemudian mempastekannya ke Text Editor WordPress.

Dan inilah contoh hasilnya :

Tulis dari Word dimasukkan ke WordPress

Kelemahan dari cara ini adalah, kode yang dimasukkan lebih banyak dari biasanya. Karena Word tak menggunakan kode-kode standart HTML, dia banyak memakai kode span dan style sehingga bisa divariasi sebanyak mungkin. Nah, silahkan pilih pake Text Editor WordPress atau Word.

Membuat READMORE

Secara default, artikel akan ditampilkan seluruhnya di halaman utama, hal ini tentu akan sangat mengganggu pengunjung yang harus melakukan scrolling. Hal ini terkecuali jika kita hanya menempatkan satu artikel saja di halaman utama. Kebanyakan blogger membuat potongan awal tulisan di halaman utama, kemudian pengunjung hanya perlu mengklik link Read More.. untuk bisa membaca seluruh artikel, seperti yang ada di blog ini.

Menggunakan Excerpt

Cara pertama adalah dengan mengganti tag the_content() dengan the_excerpt() pada template WordPress halaman utama. Biasanya di post.php atau index.php. Maka, setiap kali kita memasukkan artikel, akan muncul 55 kata pertama di halaman utama, atau jika kamu pengen menentukan sendiri kata-katanya, kamu bisa memasukkannya langsung di form excerpt yang ada di

menu Write – Post. Jika menggunakan cara ini, maka format HTML yang kita gunakan di dalam 55 kata pertama akan dihilangkan saat muncul di halaman utama. Kode tersebut baru akan berfungsi saat pengunjung memasuki halaman artikel.

Menggunakan More Tag

Cara berikutnya adalah menggunakan More Tag. Cara ini lebih simple, karena kita ndak bersentuhan langsung dengan kode-kode yang rumit. Caranya cukup dengan menekan tombol More yang ada di Editor WordPress.

Dengan cara ini kode HTML dan format yang kita terapkan takkan dihilangkan, sehingga bisa muncul di halaman utama. Tapi jika kita terlupa untuk memasang tanda More, maka seluruh artikel akan ditampilkan. Tapi tentu saja, kita masih dapat mengeditnya lagi nanti.

Untuk merubah kata Read More dengan kata-kata yang lain, kita perlu sedikit menengok script themesnya. Temukan tag <?php the_content(‘Read More’);?>. Gantilah tulisan Read More dengan tulisan lain, misalnya Baca Selengkapnya… sehingga menjadi seperti ini :

<?php the_content(‘Baca Selengkapnya…’);?>

Membuat Multi Pages

Membuat halaman bersambung sangat mudah dan guampaaaangg. Saking gampangnya, sebenarnya cuma butuh satu paragraf aja untuk menjelaskannya. Tapi masalahnya kalo cuma satu paragraf, kurang afdol and bikin kamu ndak suka baca… heehhe

Perintah untuk membuat paragraf bersambung sangat mudah, tapi saya kurang tahu apakah bisa digunakan di wordpress.com atau tidak, karena harus mengutak-atik themes. Jadi yang pake wordpress.com met mencoba aja yahh ??

Oke, kita langsung ke acara inti, pertama kamu perlu ngetik artikel yang mau disambung, setelah itu masuk ke tab code dan sisipkan baris ini:

<!-−nextpage-−>

Lalu lanjutkan dengan artikel yang masuk halam dua, setelah selesai beri lagi kode <!-−nextpage-−> dst.

Nah, di themes, tepatnya di single.php kamu perlu menyisipkan kode berikut :

<?php

wp_link_pages(’before=<p><b>Pages :</b>&after=</p>&next_or_number=number&pagelink=

%’); ?>

% (persen) akan diganti dengan nomor halaman. Selamat Mencoba

updating : Ternyata jika menggunakan wordpress.com cukup menyisipkan kode <!-−nextpage-−> saja sudah langsung bisa.

Manajemen Komentar

Blogger Mania, ciri khas sebuah blog adalah komentar. Dimana pengunjung bisa memberikan komentar apapun terhadap artikel yang kita tulis. Tak jarang, banyak sedikitnya komentar menentukan kualitas artikel yang ditulis. Tapi artikel yang bagus sekalipun terkadang juga tak banyak yang mengomentari. Jadi, hingga saat ini belum ada standart resmi untuk mengukur kualitas suatu artikel.

Back to Comment.. Karena setiap orang dapat dengan mudah memasukkan komentar terhadap tulisan kita, maka kita harus bisa memanajemeninya dengan baik. Karena tak semua orang memberi komentar sesuai artikel yang kita tulis. Seringkali ada yang malah berpromosi di komen box kita.

Tugas kitalah untuk membersihkan, mengatur dan mengelola komentar-komentar yang masuk ini. Memanajemen komentar sebenarnya sangat gampang lho blogger mania. Kamu cuma perlu login ke Dashboard, kemudian klik menu Comments.

Dalam setiap komentar, tersedia beberapa link dibawahnya. Berikut keterangannya :

1. Edit – Bila kamu ingin mengedit komentar seseorang, atau ingin memberikan jawaban langsung di bawah komentarnya maka kliklah link ini.

2. Delete – Bila komentar dianggap mengganggu artikelmu, misal terlalu Out of Topic, terlalu berpromosi, dll. Maka kamu bisa mengklik link ini untuk menghapusnya.

3. Unaprove – Ini berguna jika kamu tak jadi menyetujui komentar ini.

4. Spam – Kamu bisa mengidentifikasi komentar tersebut sebagai spam, kelak jika dia berkomentar lagi, maka akan langsung masuk Awaiting Moderation List.

5. View Post; – Jika kamu lupa dia mengomentari artikel apa, kamu bisa melihat artikel yang dia komentari dengan mengklik link ini.

Sudah selesai? Ooh, masih belum Blogger Mania. Sekarang saya akan kasih tau sub menu lain terkait dengan komentar ini, yaitu Awaiting Moderation List alias Daftar Tunggu Moderator. Disini akan berkumpul komentar-komentar yang menunggu untuk disetujui. Secara default semua komentar akan masuk dalam daftar tunggu ini. Nah, biar kamu nggak repot-repot menyetujuikomentar-komentar yang masuk daftar tunggu, sebaiknya fungsi daftar tunggu ini dimatikan kecuali untuk komentar-komentar tertentu.

Sekarang akan saya tunjukkan caranya kepada Blogger Mania semuanya.

1. Klik Menu Options – Discussion

2. Pada pilihan Before a comment appears: hilangkan tanda centang pada pilihan An administrator must always approve the comment dan juga pada pilihan Comment author must have a previously approved comment.

3. Kamu bisa mengatur aturan pemakaian kata pada komentar, misal dilarang memakai katakata sex, fuck, suchs, dll. Masukkan kata-kata terlarang tersebut ke kotak Comment Moderation. Sehingga pengunjung yang memasukkan kata-kata terlarang itu akan ditahan di daftar tunggu. Setelah selesai, kamu sudah bisa ongkang-ongkang kaki sekarang. hehehehe…. Tapi maaf kalo bikin kamu kecewa, cara diatas sebenarnya masih kurang efektif, tapi bila pemberi komentar di blogmu hanya beberapa saja, cara diatas sudah cukup. Insya Allah di category Plugins akan saya jelaskan tentang plugins untuk melawan spam yang nakal.

Link Manajemen Tutorial

Kali ini kita akan coba mempelajari cara mengelola link di wordpress. Tak seperti blog yang lain, mengelola link di WordPress sangatlah mudah. Kamu bahkan tak perlu mengutak-atik themes sama sekali. Semua bisa dilakukan di Dashboard. Sekedar pengetahuan, link adalah tulisan atau gambar yang menghubungkan kita dengan halaman lain baik itu website, gambar, email atau aplikasi chat seperti YM dan Google Talk.

Add Link

Pertama, siapkan dulu kategori link tempat menampung daftar link kamu. Di wordpress 2.1 kategori link dan artikel dijadikan dalam satu pengelolaan. Hanya saja, bila suatu kategori udah dipakai untuk artikel, maka dia tak dapat dipakai untuk link, demikian sebaliknya. Silahkan membaca artikel sebelumnya tentang Manajemen Category untuk lebih memahami cara membuat dan mengelola kategori.

Bila kategori link sudah tersedia, kamu sudah bisa mulai membuat daftar link. Misalnya kamu ingin memasukkan blog ini di daftar linkmu, maka mulailah dengan login ke Dashboard.

1. Klik menu Blogroll – Add Link

2. Isikan text yang akan ditampilkan sebagai link di Name dan alamat websitenya di Address.

3. Kamu juga bisa menambahkan diskripsi linknya, tapi biasanya tak muncul di themes (kecuali kamu ingin memunculkannya).

4. Tentukan category linknya. Secara default category link adalah Blogroll, silahkan tentukan sendiri category linkmu.

5. Tentukan target link, apakah jendela baru (_blank), atau tetap di jendela asal (none).

6. Setelah selesai klik Add Link.

Edit and Delete Link

Untuk mengedit link atau menghapusnya, kamu bisa langsung menuju halaman Blogroll – Manage

Link. Klik edit untuk mengedit link, dan delete untuk menghapusnya. Gampang dan mudah bukan?

Tersenyumlah

Tahu ndak kalo WordPress bisa juga lho menampilkan senyum kita. Icon emosi ini biasa disebut emoticons. Apakah emoticons itu, silahkan dibaca sendiri di

http://en.wikipedia.org/wiki/Emoticons. Nah, untuk menampilkan emoticons seperti atau kita cukup memasukkan kode-kode emoticons yang ada.

Untuk menonaktifkan fungsi ini caranya masuk ke menu Options – Writing lalu hilangkan tanda centang di pilihan Convert emoticons like and to graphics on display. Nah, selamat mencoba!!

Merubah Emoticons

Bosan dengan emoticons yang itu-itu aja and pengen merubahnya dengan gayamu sendiri?

Jawabnya bisa aja. Pertama, backup dulu isi folder wp-content/images/smilies.

Kemudian siapkan file-file gambar baru dengan nama yang sama dengan nama nama file yang ada di folder tersebut.

Lalu uploadlah file-file baru ke folder tersebut. Dan lihatlah hasilnya.

Catatan : Emoticons ini juga akan muncul di comment lho. Jadi kalo kamu sedang berkunjung ke blog orang lain yang juga memakai wordpress trus pengen memunculkan emoticon, maka masukkan kode-kode diatas

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.